Prosedur Melaporkan Penipuan Online

Sunday, November 17, 2019
Yaris Heykers
Sampai saat ini penipuan jual beli atau transkasi online masih sering terjadi meskipun sudah banyak korban yang membagikan postingan penipuan di sosial media seperti grup Facebook dan lainnya. Penipuan tidak selalu barang tidak dikirim akan tetapi bisa juga barang dikirim namun itemnya tidak sesuai atau dikirim hanya kertas kosong saja.

Saya akan menceritakan sedikit pengalaman hampir tertipu oleh pembeli jadi status saya disini adalah penjual bukan pembeli. Kejadian ini memberikan pengalaman berharga bagaimana jika tertipu dan langkah apa saja yang perlu dilakukan saat sudah tertipu jual beli barang atau jasa via online terutama bagi pembeli.


Saya adalah pemilik jasa pembayaran online dimana 99% transaksi dilakukan secara online dengan transfer ke rekening bank yang saya miliki. Singkat cerita saya hampir tertipu pembelian tiket pesawar sebesar Rp. 1.500.000. Ceritanya customer (pelanggan) saya minta dibelikan tiket pesawar jurusan Singapura - Jakarta. Pelanggan ini sebelumnya pernah transaksi ke saya sebanyak 2 kali yaitu pembayaran hotel di Malaysia dan Singapura jadi untuk trasaksi ketiga atau pembelian tiket pesawat saya percaya saja meskipun uang belum ditransfer dan akan ditransfer keesokan harinya. Transaksi pembelian tiket pesawat di lakukan jam 23.00 WIB.

Setelah tiket saya belikan cutomer menghilang dan sulit di hubungi. Selang 4 hari setelah tertipu saya datag ke bank Mandiri terdekat dari rumah saya. Kenapa datang ke bank Mandiri karena 2 transaksi sebelumnya (pembayaran hotel) menggunakan bank Mandiri.

Saya ceritakan detail masalah ini ke customer service (CS) bank Mandiri. Saya ingin tahu apa saja yang perlu saya lakukan. Oleh pihak CS kasus penipuan saya tidak akan bisa diproses meskipun saya membawa surat laporan penipuan dari kepolisian. Kenapa bisa demikian karena bank Mandiri yang di gunakan untuk transaksi sebelumnya tidak digunakan untuk tindakan penipuan. Ada proses transaksi untuk pembayaran hotel dan transksi tersebut benar dan tidak ada unsur pidananya.

Melihat dari kasus ini memang benar adanya jadi harapan saya untuk meminta pihak bank memblokir rekening sipenipu jelas tidak bisa dilakukan. Saya juga meminta pihak bank untuk memberikan alamat lengkap juga tidak diberikan karena alasan privasi. Alasan ini juga terkait tidak adanya tindakan penipuan yang melibatkan bank Mandiri.

Saya kembali menanyakan ke pihak bank proses seperti apa yang bisa ditindak oleh pihak bank. CS menjelaskan jika ada transaksi pembelian dimana uang sudah ditransfer namun barang tidak dikirim atau dikirim namun itemnya tidak sama bisa dilakukan pemrosesan terhadap rekening pelaku penipuan. Namun untuk memproses ini pihak bank membutuhkan surat keterangan dari pihak kepolisian.

Surat keterangan penipuan dari kepolisian bisa didapatkan di Polsek terdekat dari rumah Anda. Persiapkan semua bukti percakapan dalam bentuk print out kertas A4. Print out bukti transaksi pembayaran. Sertakan juga bukti print out barang yang dikirm jika barang tidak sesuai. Kronologi kejadian jika bisa dibuat juga sudah dalam bentuk print out jadi petugas kepolisian tinggal membaca saja tidak perlu dijelaskan agar prosesnya cepat.

Intinya disini adalah untuk mencari surat laporan atau keterangan penipuan saja yang nantinya sebagai bukti untuk dibawa ke bank agar pihak bank bisa melakukan pemrosesan terhadap rekening sipenipu. Jadi sampaikan hal ini saat datang ke kantor polisi.

Apakah uang akan kembali? Jawabannya bisa ia bisa juga tidak. Lebih baik serahkan saja ke pihak bank untuk melakukan pemrosesan namun pada intinya jika uang tidak kembali setidaknya rekening sipenipu tidak akan bisa digunakan lagi alias diblokir.

Penipuan umumnya lebih sering terjadi di grup Facebook dan Instagram. Lebih aman memang melakukan transaksi di market place namun demikian juga tidak selalu aman. Pastikan bertanya kepada teman atau saudara yang sudah terbiasa berbelanja online.

All New Calya

0 komentar:

Post a Comment test

Youtube

Facebook Like